•Desember 19, 2009 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Melihat sejarah, VIKING dan BONEK adalah pendukung sejati dari klub perserikatan yang sudah menjadi musuh bebuyutan dari sejak jaman perserikatan, yaitu PERSIB dan PERSEBAYA. Dilihat dari kacamata awam, tidak mungkin pendukung sejati yang berani mati demi mendukung timnya bisa bersahabat bahkan bersaudara dengan pendukung sejati yang sama-sama berani mati demi mendukung tim musuh bebuyutan. Tetapi ternyata VIKING dan BONEK membuktikan bahwa mereka bisa. Persaudaraan mereka dilandasi perasaan senasib dimana mereka selalu dijadikan bahan hujatan dan pendiskreditan dari masyarakat sepakbola nasional. Bahkan pers nasional pun paling senang apabila ada kerusuhan di partai yang melibatkan PERSIB atau PERSEBAYA karena bisa dijadikan headline dan sudah jelas pihak mana yang akan disalahkan.
Sejak dulu VIKING dan BONEK diidentikkan dengan kerusuhan. Istilahnya dimana ada pertandingan yang ditonton oleh VIKING atau BONEK maka akan terjadi kerusuhan. Hal-hal jelek dan bersifat mendiskreditkan itulah yang lebih sering diekspos oleh media massa nasional. Padahal tidak semua kegiatan atau kelakuan VIKING dan BONEK berujung pada kerusuhan. Dan tidak semua kerusuhan itu diakibatkan oleh mereka. Mereka hanyalah kaum tertindas yang selalu dipersalahkan karena dosa-dosa di masa lalu. Sangat jarang sekali (atau bahkan tidak pernah?) media massa nasional memberitakan kegiatan positif yang VIKING atau BONEK lakukan. Sangat jauh berbeda dengan pemberitaan media massa nasional tentang pendukung tim lain. Ketika terjadi kerusuhan yang melibatkan mereka hanya ditulis sedikit (atau bahkan tidak ditulis sama sekali?) dan ditutupi dengan kata-kata “oknum yang mengatasnamakan pendukung…”. What a bullshit! Sedangkan ketika melakukan kegiatan positif, media massa nasional langsung memberitakan secara besar-besaran, sebesar berita kerusuhan yang melibatkan VIKING atau BONEK. Bahkan saking terlalu seringnya pemberitaan yang memojokkan VIKING sebagai bobotoh PERSIB, bobotoh lain yang bukan anggota VIKINGpun menjadi antipati terhadap media massa nasional. Sampai ada jargon di kalangan bobotoh bahwa “PERSIB besar bukan karena pemberitaan media massa nasional, PERSIB besar karena bobotoh dan prestasi. PERSIB dan bobotoh tidak membutuhkan media massa nasional untuk menjadi besar. Media massa nasional-lah yang membutuhkan PERSIB untuk menjadi besar dan terkenal”.
Hal itulah yang mungkin menjadi salah satu penyebab munculnya perasaan senasib dan berkembang menjadi ikatan persaudaraan, selain tentunya kerusuhan di Jakarta dimana BONEK yang hendak mendukung PERSEBAYA di Senayan diserang oleh sepasukan organisasi masyarakat (?), yang tidak usah saya sebutkan disini karena semua juga sudah tau, dan kemudian diselamatkan oleh beberapa bobotoh (anggota VIKING) yang kebetulan sedang ada disana. Juga ketika PERSIB melawat ke Surabaya, dimana anggota VIKING yang mendukung PERSIB di sana dijamu sangat baik oleh BONEK. Demikian pula ketika PERSEBAYA yang bertanding di Bandung, giliran BONEK yang dijamu sangat baik oleh VIKING.
Indahnya persaudaraan diantara dua kubu suporter TERBESAR di Indonesia itu. Jadi saat ini BONEK bukan hanya berarti BONDO NEKAT, tapi bisa juga berarti BOBOTOH NEKAD.
Karena VIKING atau BONEK sama saja!
Ditulis dalam Uncategorized
•Desember 19, 2009 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Melihat sejarah, VIKING dan BONEK adalah pendukung sejati dari klub perserikatan yang sudah menjadi musuh bebuyutan dari sejak jaman perserikatan, yaitu PERSIB dan PERSEBAYA. Dilihat dari kacamata awam, tidak mungkin pendukung sejati yang berani mati demi mendukung timnya bisa bersahabat bahkan bersaudara dengan pendukung sejati yang sama-sama berani mati demi mendukung tim musuh bebuyutan. Tetapi ternyata VIKING dan BONEK membuktikan bahwa mereka bisa. Persaudaraan mereka dilandasi perasaan senasib dimana mereka selalu dijadikan bahan hujatan dan pendiskreditan dari masyarakat sepakbola nasional. Bahkan pers nasional pun paling senang apabila ada kerusuhan di partai yang melibatkan PERSIB atau PERSEBAYA karena bisa dijadikan headline dan sudah jelas pihak mana yang akan disalahkan.
Sejak dulu VIKING dan BONEK diidentikkan dengan kerusuhan. Istilahnya dimana ada pertandingan yang ditonton oleh VIKING atau BONEK maka akan terjadi kerusuhan. Hal-hal jelek dan bersifat mendiskreditkan itulah yang lebih sering diekspos oleh media massa nasional. Padahal tidak semua kegiatan atau kelakuan VIKING dan BONEK berujung pada kerusuhan. Dan tidak semua kerusuhan itu diakibatkan oleh mereka. Mereka hanyalah kaum tertindas yang selalu dipersalahkan karena dosa-dosa di masa lalu. Sangat jarang sekali (atau bahkan tidak pernah?) media massa nasional memberitakan kegiatan positif yang VIKING atau BONEK lakukan. Sangat jauh berbeda dengan pemberitaan media massa nasional tentang pendukung tim lain. Ketika terjadi kerusuhan yang melibatkan mereka hanya ditulis sedikit (atau bahkan tidak ditulis sama sekali?) dan ditutupi dengan kata-kata “oknum yang mengatasnamakan pendukung…”. What a bullshit! Sedangkan ketika melakukan kegiatan positif, media massa nasional langsung memberitakan secara besar-besaran, sebesar berita kerusuhan yang melibatkan VIKING atau BONEK. Bahkan saking terlalu seringnya pemberitaan yang memojokkan VIKING sebagai bobotoh PERSIB, bobotoh lain yang bukan anggota VIKINGpun menjadi antipati terhadap media massa nasional. Sampai ada jargon di kalangan bobotoh bahwa “PERSIB besar bukan karena pemberitaan media massa nasional, PERSIB besar karena bobotoh dan prestasi. PERSIB dan bobotoh tidak membutuhkan media massa nasional untuk menjadi besar. Media massa nasional-lah yang membutuhkan PERSIB untuk menjadi besar dan terkenal”.
Hal itulah yang mungkin menjadi salah satu penyebab munculnya perasaan senasib dan berkembang menjadi ikatan persaudaraan, selain tentunya kerusuhan di Jakarta dimana BONEK yang hendak mendukung PERSEBAYA di Senayan diserang oleh sepasukan organisasi masyarakat (?), yang tidak usah saya sebutkan disini karena semua juga sudah tau, dan kemudian diselamatkan oleh beberapa bobotoh (anggota VIKING) yang kebetulan sedang ada disana. Juga ketika PERSIB melawat ke Surabaya, dimana anggota VIKING yang mendukung PERSIB di sana dijamu sangat baik oleh BONEK. Demikian pula ketika PERSEBAYA yang bertanding di Bandung, giliran BONEK yang dijamu sangat baik oleh VIKING.
Indahnya persaudaraan diantara dua kubu suporter TERBESAR di Indonesia itu. Jadi saat ini BONEK bukan hanya berarti BONDO NEKAT, tapi bisa juga berarti BOBOTOH NEKAD.
Karena VIKING atau BONEK sama saja!data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCABOAFsDASIAAhEBAxEB/8QAGwAAAwEBAQEBAAAAAAAAAAAABAUGBwMCAQD/xAA2EAACAQIEBAQEBQQCAwAAAAABAgMEEQAFEiEGEzFBIlFhcRSBobEVIzKR0RY0QlJyweHw8f/EABsBAAIDAQEBAAAAAAAAAAAAAAQFAgMGBwAB/8QAKhEAAgICAQMDAwQDAAAAAAAAAQIAAwQREgUhMRNBUSJhsRQjcaGBkfH/2gAMAwEAAhEDEQA/AI/hmOFKU/EZHT1pc3EszMth5bEDD0U1DpY/0rlwAFj+dJ/OOPDs7T0iIqaURRewucPYoyrFJIbo3Qh74zd2bajkCImtt5Sfq46IIY/6aooQWH50buxj367n3wKVhRZQqQF0VtN0Q6mFvTzvikMTKjlomVGBBJN/3xyyuGJ6eaMx3lZfymaQIqG4FztvuybWt16XBwwwOok/Q1YY/JkQbbXCxJam3CR07eJhYxr0u1t7eg/9OKShjyuooI3OT0SShQHbQWDbXv172PbvhzUZZlqVLwwXZXl0xMtRrYjku3a9zrT64HEVJTVrrPTc2nDMYxIpNxdgrD0K2+vtgy+z1dKFC/cQpKmpPJ+4i3M4ssiy6ULktCZG2WURW5Y2ufXr3H2xMs0OxakpEAGm4p09Dfp13Iv6Yu1ip3qV0wJTwNIoAXwWuwUny6H5YN/DqDmKOfzUNRCgvMEJjbQrm3XZpAfS3lgxUcIA7nf2/wCybJZcdqdD/UzP8ktp5NLpsxuII+oYADp5YeQ1uXFmi/o7L2cBVB8QG/dt8UUUNMsUcq6QGiR2Ja+kstyL/PHejpKOSTVNuWsFXpqHthnj44RSzsW3/MqqNgcr5kvmFTlKh44OC8vewAXxt0+R88R9SaXnyXp5ILsTykQaU9BcXtjWcypsukhcRhElWwUp1B9sQ1VBI07nmxn3Q/zglQgHYQkcz5nbg6UPCjId9I1C3e2HtTVRQyMZqpYOwLMAena/vjNslraiFLc9416AA2w3Cx1MnOcgE9N+uOdX4n7pYntF9r8HjvO81p3yeWnetmXWti8cGrX6Br2A63uB5d74+U2RVGXxjM6h6elMqxhsupldkU2C6mJNg1zew23O+EZzWKiqIYkZS3MBYXDaRff/AOY0bK4KbO8keKKmimdVNOaimjRWYhv1W2Auun5g+eDxwpxyWHEH3jTGX1aSCNE7k0+eVOTVFPXUt9auVKqdNwwtv6XIPy9Mc5s/rDm8TZhPLJBJASklQ2wZN9jYAC3X98FZlltemfpkml6WZ1LUtXHVGNZVuATYb9dyu5Fj8×3yypp86IzWSWepijGhpHDizG1×138Pcd+mI1cBjjlIpWasNltHiE1PFtfl2X1FMKozJKXp4jdbDUw0svh6fcEnvg2Vp4kR401B9OgWuCT0++FlPQZvVZYapamoiy6AkgJKqEAG3gv0At6WA2OHPCkVTnGW0VfUUdTFRLMpiVlDPOgGzddh137m3XDynNpxKXssYDfYfzLMqg2uiqO0W8RZjVUlPRv8LLypm8QeHSC9r2BHXa/Wx2wXR8SUfLheSgcNp1X5qnxWPS+BeL6mjpGVPhoKdaflLOqoGlOo3JBY32QJttvftvhauS/H0zSZTVpU0+xQq9mOw9fpsdsMOk5H6lSLH2B49oNk1+ifo/zHw4jyVKVlkDo3lIlwe97i/wB8TNRnGX85/wAstv8AqDDfC2rjeh0rVRSqQt7SC1z2thHNM7SMzEAnthpdUq+JVVc59oZRUSzhVjVy56Ab3wzqclejy/mOCzNKiaFaxAZgDv8AT54dZFFHFSpy0C3UXPc4ZVUC1NO8L3swtcdQexHsbHHNGyyLR8bgYv42gt43H+dZJHW8N5zl/wCFwJHFTO9CREEsVBIIa21rAeuMr4O4mrcikM2XylkltzIZiWVrfY+oxf5xxkYslqKDNIGSaohaITROeW91szXG69SbEdxvbEtmHAdRw7lZrK2rSePlatMTKrQk20ghj47nbw+Xrto8B8e1TXcvJW9vM0F55qLKjO3E/G02Z5jkddR03wtVQu2pnYaWLW2v2Xaxv5nDqvqJKqV6ybRzZmW+gkqAOgH897k97DPNmXexB6jFFw7JJ+CaHJKRzlYiey2vb5EnEOr9LrxK6zT2Xetf3FOXkWWVaY+/f7w/iHNaqj4UqMvpljEFXNypH1XdFYhmAXvf06Dt3wyyzjGsy3IIcvhVWkhjWOOYgBUUADp3Ox+mJaUc7M6iSQ3aIhIwf8VsCSPcn6YIpoTU1UVMqM7yEgIjKpY22F2IA+ZwF1Rabcg1KvYH3+ZJM2/6a1PfWoPkVHFnvHmXU1Wz1iyVD1FRHKw0FQpY3AG+4G3ltjSuP4I6Cmy+uoqZUqVrYY9UIVSUZrFem4N7W6e2IeoyWq4Kz3LM+zCqgnhBJiWE6SPDZkJvubNcW2JHkcUT8RJxPWxQiMw0tM4ljWVrPMw/SbDoBcm17k22FsG4tFjuqoPHk/EZchRjn1T3P9wyvigqUImiV4+0ZXwk+eIqryqh+Jk009hfoGIH3xbTfoOJWp/uJPfGq8DUSI5JO57yf+2j/wCIwXW1UdHAZJNz0Vf9jhfQTx0uXrNM1lVR8/bCStrpK6oMkmyjZVHRRjlwp9RzvxBiu2MLp1qcyzNGIYovjcIbFrGyxj/kT+18DcS8RtmMK5bJWM6UjqiMqALMQLX9QOgN9xgzLKWrqqKaOGSGnin8LSyOVYrYggWF7bnfy9902YcPVlNURRRNDUqSFEkYKgmxNjf0GNFhW1VaBOiJocWh1oC8e0Vo2qTloGZybBU3JPtiyoEngyOmiqYOQ6OQFPUjfcjscE5FlP4eGk+Ip5HkVQY9JQpYnobG/UY95nUJLDHouGDeJWFiNsV9S6i2XatSj6QR3i/PpsrTTLofMnq6dY6tnkvGLBQ5/S3z6d7fL2×4SoRZOYZRHpYEPe5HkfT64fZErmrMpiSSEKQwkICt2tv13thNn2TVFNBLpipaiMszBobnlqWNhuOn/jBfVKqBkkq+2PkfElj4llih+McT5pPxRSMBOrVFLdEsFBDkghri+zkaSeoNvPCSGeROXMuqOQeIb7qcMsjyOupp1qZDTRiJGQRQyhWkuP8AIEbj02vb2wDmsbRVkhZdOti+mx2uenr8iR64adDvTm1YPeX9RqsKBmHiWOT5wmZ0pV7LUoPGvmPMemFVT/cP74mYqiSmlWWFyrobgjBxz6nkOuVXVz+oKtxf0w6tr4ntF1SxXJXPVLGvSNBZV/7x+1sqnSAT6m2FtPMFQCxwVFPrdUA3JtvjnjJrwJY9ejO6QVDIalogqXKgqb3Ptj1FDLNIscSM7t0VRispcwgpadII43CqLdt/PHs5rCbEwsbG4uBtgQ5TbOlnhe4GtSalo6yiUPPEqq3TWFYH974LSthemjjAGtSWYrEEB2Hl1w7/ABaI9Y3+mFWd5lG5h0owtq7D0×9qtaxgGErtsexdN+YgNZrr4xCbLr3DILH98OJ8jzBIuZJRuyH/AFs23sDhfDXCOeOTSbq4P7HGgR55TFzrjmCi58IF/vjoF+LWTyP4l6X2AAD8yHjoJ2bw0kp94yR9sUi5RUy0BpfwujgDgESrL4gR0J2N+p29cOBntBfdKoj2X+cfPx2gIIEdTfzsv84rqqStuQnrHscaMzmqjeGSSKVSroxVlPYjCuT9ZxZcWSZZM61gSpV2JRgoXxWB0n32tiNnkgMrGASmPtrIB+mGLXBgJ6pDP//Z
Ditulis dalam Uncategorized
•November 20, 2009 •
Tinggalkan sebuah Komentar
YBER – GREEN FORCE – Sedikit Pengetahuan mengenai Julukan Persebaya saat ini atau Maskot yg identik dengan Tim Persebaya Surabaya yaitu Bajul Ijo atau Buaya Hijau, ternyata Klub kebanggaan arek arek Surabaya itu bukan lah satu satunya Tim Sepak Bola di jajaran Dunia ini yang mempunyai Julukan Bajul Ijo.
Ketika Melihat di Liga Turkey, Super League 2008-2009 Kini tengah berada di peringkat 7 klasemen sementara Liga Turkey, Klub yang mempunyai julukan sama dengan persebaya itu adalah Bursaspor yang merupakan salah satu Klub dari Super League 2008-2009 Turkey bersama Tim Besar turkey lainnya seperti Galatasaray, Besiktas juga Fenerbahce.
Klub yang juga berjuluk Green Crocodile itu bernama lengkap Bursaspor Kulübü ini berdiri pada tahun 1963 dan bermarkas di Bursa Atatürk stadion dengan kapasitas Stadion mencapai 19.700. Klub ini pun menjuarai Piala Turkey pertama kali pada tahun 1986. mempunyai Julukan yang sama dengan Klub Kebanggaan Arek Arek Suroboyo, Persebaya Surabaya yakni “Timsahlar” Green Crocodile. Tim Bursaspor Juga menggunakan kostum kandang Hijau-Putih dan kostum tandang Putih-Putih, dan apakah Para fans atau Suporter Tim tersebut juga menamakan dirinya dengan Bonek? Lebih jelas nya Silahkan kunjungi WebSite Official WebSite Bursaspor
Ditulis dalam Uncategorized
•Oktober 13, 2008 •
& Komentar

bede ndelok konser
saat pertengahan bulan ramadhan tepatnx tgl 12 september teman-teman mengikuti sholatt tarawih berjama’ah disekolah tapi saya dan beberapa teman sekolah tidak ikut sholat tarawih,cz aku ingin nonton konser di taman surya cz bintang tamux tuh SLANK & SHEILA ON 7.Gw ma temen” berangkat abiz adzan isya’.qt berangkat bawa sepeda cuman 2 tapi anakx yang mw ikut ada 7 akhirx saya meninggalkan salah satu teman saya dengan sangat terpaksa dia adalah HAMZAH.
setelah sampai disana ternyata sudah rame buanget dan konserx udah mulai dan saat itu yang tampil slank sedang menyanyikan lagu kuil cinta.saya dan teman teman langsung bergegas masuk.setelah didalam saya tidak bisa sampai depan panggung hanya bisa di tengah tapi meskipun ditengah tetep asyik apalagi saat disemprotkan air seru buanget.saat acara mw selesai sempat kesroh ada beberapa kelompok yang tawuran dan setelah acara selesai saya dan teman teman langsung pulang ke rumah sekitar jam 1/2 12.
Ditulis dalam Uncategorized
•September 21, 2008 •
1 Komentar

bede bonek sejati
kemarin tepatnya tanggal 17 agustus adalah hari kemerdekaan indonesia dan di kampungku tercinta juga turut memeriahkanya.kartar dikampungku mengadakan beberapa lomba yang sangat menarik diantaranya :lomba sepak bola mini,makan bakso,makan krupuk,kepruk kendil,maling-malingan,dan panjat pinang serta masih buanyak buanget.acarah nya berlangsung meriah banget lo…. tapi di acara lomba 17 agustus dikampungku aku sama sekali gak ikut lomba coz aku kan udah gede jadi aku malu.dan yang terakhir di puncak malam 17 agustus di kampungku juga mengadakan gebyar pentas seni yang di meriahkan oleh OM.SERA yang juga buanyak banget artis-artis top jawa timur yang datang ke kampungku untuk memeriahkan malam pentas seni di kampungku.di malam itu aku joget sampai puasssss buanget
Ditulis dalam Uncategorized
•Agustus 25, 2008 •
1 Komentar
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Ditulis dalam Uncategorized
Komentar Terakhir